<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fitrizandr4's Weblog</title>
	<atom:link href="http://fitrizandr4.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fitrizandr4.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Apr 2008 09:02:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fitrizandr4.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fitrizandr4's Weblog</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fitrizandr4.wordpress.com/osd.xml" title="Fitrizandr4&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fitrizandr4.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>50 Tahun Salah Paham</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/50-tahun-salah-paham/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/50-tahun-salah-paham/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 10:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, disebuh gedung pertemuan yang amat megah, seorang pejabat senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannya yang ke-50. Peringatan kawin emas itu ramai didatangi oleh tamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana, pedagang besar serta seniman-seniman terpandang dari seluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat serta kolega dari kerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahun perkawinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=31&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkan, disebuh gedung pertemuan yang amat megah, seorang pejabat<br />
senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannya<br />
yang ke-50. Peringatan kawin emas itu ramai didatangi oleh tamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana, pedagang besar serta<br />
seniman-seniman terpandang dari seluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat<br />
serta kolega dari kerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahun perkawinan pun berlangsung dengan megah dan sangat meriah.</p>
<p>Setelah berbagai macam hiburan ditampilkan, sampailah pada puncak acara,<br />
yaitu jamuan makan malam yang sangat mewah. Sebelum menikmati kamuan<br />
tersebut, seluruh hadirin mengikuti prosesi penyerahan hidangan istimewa<br />
dari sang pejabat istana kepada istri tercinta. Hidangan itu tak lain adalah sepotong ikan emas yang diletakkan di sebuah piring besar yang mahal. Ikan emas itu dimasak langsung oleh koki kerajaan yang sangat terkenal.</p>
<p>“Hadirin sekalian, ikan emas ini bukanlah ikan yang mahal. Tetapi, inilah ikan kegemaran kami berdua, sejak kami menikah dan masih belum punya apa-apa, sampai kemudian di usia perkimpoian kami yang ke-50 serta dengan segala keberhasilan ini. Ikan emas ini tetap menjadi simbol kedekatan, kemesraan, kehangatan, dan cinta kasih kami yang abadi,” kata sang pejabat senior dalam pidato singkatnya.</p>
<p><span id="more-31"></span></p>
<p>Lalu, tibalah detik-detik yang istimewa yang mana seluruh hadirin tampak<br />
khidmat menyimak prosesi tersebut. Pejabat senior istana mengambil piring, lalu memotong bagian kepala dan ekor ikan emas. Dengan senyum mesra dan penuh kelembutan, ia berikan piring berisikan potongan kepala dan ekor ikan emas tadi kepada isterinya. Ketika tangan sang isteri menerima piring itu, serentak hadirin bertepuk tangan dengan meriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikut terbawa oleh suasana romantis, penuh kebahagiaan, dan mengharukan tersebut.</p>
<p>Namun suasana tiba-tiba jadi hening dan senyap. Samar-samar terdengar<br />
isak tangis si isteri pejabat senior. Sesaat kemudian, iska tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta. Para tamu yang ikut tertawa bahagia mendadak jadi diam menunggu apa gerangan yang bakal terjadi. Sang pejabat tampak kikuk dan kebingungan. Lalu ia mendekati isterinya dan bertanya “Mengapa engkau menangis, isteriku?”</p>
<p>Setelah tangisan reda, sang isteri menjelaskan “Suamiku…sudah 50 tahun<br />
usia pernikahan kita. Selama itu. aku telah dengan melayani dalam duka dan suka tanpa pernah mengeluh. Demi kasihku kepadamu, aku telah rela selalu makan kepala dan ekor ikan emas selama 50 tahun ini. Tapi sungguh tak kusangka, di hari istimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama. Ketahuilah suamiku, itulah bagian yang paling tidak aku sukai.” tutur sang isteri.</p>
<p>Pejabat senior terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mata berkaca-kaca<br />
pula, ia berkata kepada isterinya,” Isteriku yang tercinta…50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersedia menjadi isteriku. Aku sungguh-sungguh bahagia dan sangat mencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa seumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu, membalas cinta kasih dan pengorbananmu.”</p>
<p>Sambil mengusap air matanya, pejabat senior itu melanjutkan, “Demi Tuhan,<br />
setiap makan ikan emas, bagian yang paling aku sukai adalah kepala dan ekornya. Tapi sejak kita menikah, aku rela menyantap bagian tubuh ikan emas itu. Semua kulakukan demi sumpahku untuk memberikan yang paling<br />
berharga buatmu.”</p>
<p>Sang pejabat terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan lagi “Walaupun telah hidup bersama selama 50 tahun dan selalu saling mencintai, ternyata kita tidak cukup saling memahami. Maafkan saya, hingga detik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahadia.” Akhirnya, sang pejabat memeluk<br />
isterinya dengan erat. Tamu-tamu terhormat pun tersentuh hatinya melihat<br />
keharuan tadi dan mereka kemudian bersulang untuk menghormati kedua<br />
pasangan tersebut.</p>
<p>Arti cerita diatas:</p>
<p>Bisa saja, sepasang suami &#8211; isteri saling mencintai dan hidup serumah selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi jika di antaranya tidak ada saling keterbukaan dalam komunikasi, maka kemesraan mereka sesungguhnya rawan<br />
dengan konflik. Kebiasaan memendam masalah itu cukup riskan karena seperti menyimpan bom waktu dalam keluarga. Kalau perbedaan tetap disimpan sebagai ganjalan dihati, tidak pernah dibiacarakan secara tulus dan terbuka, dan ketidakpuasan terus bermunculan, maka konflik akan semakin tak tertahankan dan akhirnya bisa meledak. Jika keadaan sudah seperti ini, tentulah luka yang ditimbulkan akan semakin dalam dan terasa lebih menyakitkan.<br />
Kita haruslah selalu membangun pola komunikasi yang terbuka dengan dilandasi kasih, kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, pengertian dan kebiasaan berpikir positif.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=31&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/50-tahun-salah-paham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Pertapa Muda dan Kepiting</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/kisah-pertapa-muda-dan-kepiting/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/kisah-pertapa-muda-dan-kepiting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 10:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan. Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=30&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.</p>
<p>Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p>Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.</p>
<p>Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.</p>
<p>Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.</p>
<p>Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, &#8220;Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,&#8221; jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.</p>
<p>Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. &#8221; Lihat Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?&#8221;</p>
<p>Seketika itu, si pemuda tersadar. &#8220;Terima kasih paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan.&#8221;</p>
<p>Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.<br />
Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=30&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/kisah-pertapa-muda-dan-kepiting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Jadi Apa ?</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/mau-jadi-apa/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/mau-jadi-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 10:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hamper menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali suatu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya diatas api. Setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=29&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hamper menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali suatu masalah selesai, timbul masalah baru.<br />
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya diatas api. Setelah air dalam panic tersebut mendidih ia menaruh wortel didalam panic pertama, terlur dipanci kedua dan kopi dipanci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata sepatah katapun. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan ayahnya. </p>
<p><span id="more-29"></span></p>
<p>Setelah 20 menit berlalu, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di sebuah mangkuk, dan menuangkan telur disebuah dimangkuk, serta menuangkan bubuk kopi disebuah mangkuk juga. Lalu ia berkata kepada anaknya “apa yang kau lihat, nak ?”<br />
“wortel, telur dan kopi, jawab sang anak”<br />
Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu terasa lunak. Sang ayah lalu memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.<br />
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.<br />
“Apa arti semua ini, ayah ?”<br />
Sang ayah menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama yaitu perebusan, tapi masing-masing menunjukkan reaksi berbeda.<br />
Worter sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan, tapi setelah direbus menjadi lembut dan lunak.<br />
Telur sebelumnya mudah pecah, cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus isinya menjadi keras.<br />
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik, setelah berada didalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.<br />
“kamu termasuk yang mana ?” Tanya ayahnya, “ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kamu menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur ataukah kopi? “<br />
“Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras tapi dengan adanya pernderitaan dan kesulitan kamu menyerah, melunak dan menghilangkan kekuatanmu.”<br />
“Apakah kamu telur, yang awalnya memiliki hati yang lembut dengan jiwa yang dinamis, namun setelah didera kesulitan menjadi keras dan kaku.”<br />
“ataukah kamu adalah bubuk kopi ? bubuk kopi merubah air panas, ketika air mencapai suhu terpanas, kopi teras semakin nikmat.<br />
Jadilah engkau bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin keadaan disekitarmu juga turut membaik, bahkan mampu member warna dan aroma yang sedap bagi lingkungan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=29&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/mau-jadi-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Seorang Programer</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/surat-seorang-programer/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/surat-seorang-programer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 10:44:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Seorang programmer mengirimkan surat kepada saya, sisinya sebagai berikut : Yth. Customer Support: Saya sangat membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan proses pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu dan sumber berharga lainnya. Hal ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=28&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang programmer mengirimkan surat kepada saya, sisinya sebagai berikut :</p>
<p>Yth. Customer Support:</p>
<p>Saya sangat membutuhkan bantuan.<br />
Baru-baru ini saya melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan<br />
diluar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan proses<br />
pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu dan sumber<br />
berharga lainnya. Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya.</p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p>Sebagai tambahan Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya, memasukkan<br />
dirinya ke dalam proses start up harian dimana secara otomatis memonitor<br />
semua aktivitas system seperti sebuah Virus.</p>
<p>Program saya lainnya seperti Hang Out Cafe 2.5 atau Friday Nite Party 311<br />
tidak lagi bisa berjalan dan menyebabkan system menjadi crash setiap kali dilakukan.<br />
Saya mencoba menjalankan Lazy Saturday 5.0 atau Sleepy Sunday 4.2 namun juga<br />
tidak dapat dijalankan, bahkan program Saturday Shopping 3.0 atau Sunday<br />
Home Cleaning 3.11 yang muncul.</p>
<p>Sepertinya saya tidak bisa membuat Wife 1.0 bekerja di background sementara<br />
saya mencoba menjalankan aplikasi favorit saya lainnya. Saat ini saya<br />
sedang berfikir untuk kembali ke Girlfriend 7.0 dan melakukan Uninstall<br />
program Wife 1.0 namun tidak bisa.</p>
<p>Mohon bantuannya,<br />
Programmer<br />
Sehari setelah dia mengirim email itu,<br />
dia mendapat<br />
jawabannya yang isinya :</p>
<p>Yth. Bapak Programmer,</p>
<p>Ini adalah masalah yang sering muncul dari kesalahpahaman yang mendasar sekali.<br />
Banyak orang yang melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0<br />
berfikir bahwa Wife 1.0 adalah tipe Utility &amp; entertainment Program..<br />
Sedangkan hal yang sebetulnya Wife 1.0 adalah Operating System, dirancang<br />
oleh Programmer kami di HEAVEN UNLIMITED COMPANY untuk menjalankan<br />
semuanya.</p>
<p>Anda tidak bisa menghapus Wife 1.0 dan kembali ke Girlfriend 7.0. Wife 1.0<br />
tidak dirancang untuk ini karena jika dipaksakan untuk dilakukan dapat<br />
menyebabkan system anda berantakan.</p>
<p>Kami merekomendasikan tetap menggunakan program Wife 1.0 dan coba menghadapi<br />
beberapa hal yang Anda anggap sebagai kesulitan sebaik mungkin.<br />
Beberapa tips dari kami jika ada suatu masalah, coba jalankan semua recovery<br />
program yang ada di folder C:\APOLOGIZE, seperti Say Sorry 8.0 or Hug &amp; Kiss 9.0.</p>
<p>Walaupun beberapa orang menganggap Wife 1.0 adalah suatu program yang butuh<br />
perawatan tinggi, banyak juga orang yang tahu bahwa program ini dapat<br />
menjadi sangat menyenangkan. Untuk memperoleh manfaat maksimal program Wife<br />
1.0 ini, Anda dapat mencoba membeli add-on program seperti Listening 5.0,<br />
Flowers 2.5 atau Chocolates 1.3.</p>
<p>Dalam hal apapun kami sangat tidak merekomendasikan untuk install program<br />
Secretary 1.0 (Short Skirt Version) karena program ini sangat tidak<br />
kompatibel dengan Wife 1.0 dan hampir dipastikan akan menyebabkan system<br />
menjadi crash.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=28&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/surat-seorang-programer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibalik Perjuangan si Kupu-kupu</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/dibalik-perjuangan-si-kupu-kupu/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/dibalik-perjuangan-si-kupu-kupu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 10:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=27&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.</p>
<p>Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.</p>
<p>Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap- sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.</p>
<p>Semuanya tak pernah terjadi.</p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<p>Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.</p>
<p>Dia tidak pernah bisa terbang.</p>
<p>Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.</p>
<p>Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.</p>
<p>Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat &#8220;Terbang&#8221;. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan&#8230;Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.</p>
<p>Kita memohon kebijakan&#8230;Dan Tuhan memberi kita Berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.</p>
<p>Kita memohon kemakmuran&#8230;Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.</p>
<p>Kita memohon Keteguhan Hati&#8230;Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.</p>
<p>Kita memohon Cinta&#8230;Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.</p>
<p>Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati. Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.</p>
<p>Begitulah cara Tuhan membimbing Kita.</p>
<p>Apakah jika kita tidak memperoleh yang kita inginkan, berarti bahwa kita tidak mendapatkan segala yang kita butuhkan?</p>
<p>Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.</p>
<p>Tetaplah berjuang&#8230;berusaha&#8230;dan berserah diri&#8230;<br />
Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=27&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/dibalik-perjuangan-si-kupu-kupu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita si Anjing Kecil</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/cerita-si-anjing-kecil/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/cerita-si-anjing-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 10:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : &#8220;Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=26&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : &#8220;Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya&#8221;, ujarnya dengan sinis.</p>
<p>Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : &#8220;Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini&#8221;, dengan nada mencemooh.</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<p>Teriak seekor domba : &#8220;Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, kayanya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini.&#8221;</p>
<p>Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah mahluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu.</p>
<p>Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi&#8230;..</p>
<p>Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil itu. &#8220;Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga disini, sayalah hewan yang paling tidak berguna disini.&#8221;</p>
<p>Kata anjing tua itu : &#8220;Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan.&#8221;</p>
<p>Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria.</p>
<p>Akhirnya pemilik ladang itu memeluk dia erat-erat dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata : &#8220;Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini, kecil kecil kamu telah mengerti artinya kasih&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya&#8230;..<br />
Dan jangan sombong jika kamu merasa banyak melakukan beberapa hal pada orang lain, karena orang yang tinggi hati akan direndahkan dan orang yang rendah hati akan ditinggikan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=26&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/cerita-si-anjing-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lupa Makan Permen</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/lupa-makan-permen/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/lupa-makan-permen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 09:21:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat ba nyak permen lollipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yangterlihat seperti berbaris itu seakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=22&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang<br />
beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.<br />
Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat ba nyak permen lollipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yangterlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan Bob dan Bib untukmengambil dan menikmati kelezatan mereka.</p>
<p><span id="more-22"></span></p>
<p>Bob sangat kegirangan melihat ba nyak nyapermen lolipop yang bisa diambil.<br />
Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat<br />
jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat<br />
sangat ba nyak didepannya. Bobmengumpulkan sangat ba nyak permenlolipop<br />
yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan<br />
permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak<br />
pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua<br />
permen yang dilihatnya.</p>
<p>Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.<br />
Dia melihat gerbang bertuliskan &#8220;Selamat Jalan&#8221;.<br />
Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduksekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, &#8220;Bagaimana perjalanan kamu di lembahpermen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih<br />
menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat.&#8221; Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga.<br />
Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu ba nyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas ranselnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya<br />
merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu,<br />
&#8220;Permennya? saya lupa makan!&#8221;</p>
<p>Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permenlolipop.<br />
&#8220;Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya<br />
memanggil-manggil kamu tapi<br />
kamu sudah sangat jauh di depan saya.&#8221;<br />
&#8220;Kenapa kamu memanggil saya?&#8221; tanya Bob.<br />
&#8220;Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama.<br />
Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!&#8221;<br />
Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.<br />
&#8220;Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangatkelelahan. Saya temani dia<br />
berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami<br />
makan bersama dan dia ba nyak menceritakan hal-hal yang lucu.<br />
Kami tertawa bersama.&#8221; Bib menambahkan.</p>
<p>Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa ba nyak hal yang telah ia<br />
lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah.<br />
Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu,sehingga ia sampai lupa memakannya<br />
dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk<br />
memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.</p>
<p>Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadarisuatu hal<br />
dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, &#8220;Ternyata ini bukan tentang<br />
berapa ba nyak permen yang telah sayakumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia.<br />
&#8221; Ia pun berkata dalam hati, &#8220;Waktu tidak bisa diputar kembali.&#8221;<br />
Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bobpun harus melanjutkan kembali perjalanannya.</p>
<p>Dalam kehidupan kita, ba nyak halyang ternyata kita lewati begitu saja.<br />
Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup.<br />
Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibukmengumpulkan permen<br />
tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.</p>
<p>Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia?<br />
Jika saya ta nyak an pertanyaan tersebut kepada teman-teman saya,<br />
biasanya mereka menjawab, &#8220;Saya akan bahagia&#8230;&#8230;&#8230;..nanti pada waktu saya sudah menikah, nanti pada waktu saya sudah punya anak, nanti saat<br />
saya sudah memiliki rumah sendiri&#8230; nanti pada saat saya telah meraih semua<br />
impian saya, nanti pada saat penghasilan saya sudah sangat besar, nanti&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. dan nanti&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Pemikiran &#8216; nanti &#8216; itu membuat kita bekerja sangat keras di saat &#8216; sekarang &#8216; .<br />
Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kitakonsepkan tentang masa &#8216; nanti &#8216; bahagia. Terkadang jika saya renungkan haltersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu ba nyak hal dalam hidup ini untuk masa &#8216; nanti &#8216; bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapirasanya tidak pernah sampai di masa &#8216; nanti &#8216; bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat&#8230; target-target tinggi yang harus kitacapai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu&#8230; tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.</p>
<p>Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita<br />
duduk menikmati keindahan tanaman atau pohon-pohon di beranda depan rumah kita, pada saat kita duduk sambil berbincang-bincang dan<br />
mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk berdiam diri menghampiri Tuhan atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir terasa hidup menjadi lebih indah.</p>
<p>Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;<br />
memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari<br />
setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah<br />
anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan<br />
menyadari begitu ba nyak detilkehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri.<br />
Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupanyang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kitamenjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=22&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/lupa-makan-permen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Dibalik Jendela</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/cerita-dibalik-jendela/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/cerita-dibalik-jendela/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 09:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya dan unutk menormalkan jantungnya karena denyutnya sangat lemah. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=21&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya dan unutk menormalkan jantungnya karena denyutnya sangat lemah. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.</p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p>Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya. Pria ini sering uring-uringan, bahkan tak jarang membentak anggota keluarga yang menjaga dan perawat yang memeriksanya. Tak jarang pula pria yang satu ini bereriak di malam hari (mungkin karena kesakitan) sehingga mengganggu pasien yang lainnya.</p>
<p>Suatu hari di sore yang cerah, seperti biasa pria yang berada dekat jendela ini duduk. Lalu dia melihat keluar jendela, sambil tersenyum dan dengan wajah yg gembira, &#8220;Senang sekali ya seandainya aku bisa berjalan-jalan setiap sore di taman itu, tentunya aku tidak ingin kembali di tempat ini lagi.&#8221; gumamnya sambil tetap terlihat tersenyum.<br />
Melihat hal itu pria satunya yang berada di sebelah tempat tidurnya berkata dengan rasa penasaran, &#8220;Apa yang kau lihat di luar sana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.&#8221; jelas pria yang duduk</p>
<p>Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.</p>
<p>Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.</p>
<p>Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.</p>
<p>Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah.</p>
<p>Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatu ya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.</p>
<p>Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!</p>
<p>Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu.</p>
<p>Perawat itu menjawab, &#8220;Sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta, yang terserang penyakit sangat berat dan akut, bahkan untuk melihat tembok sekalipun dia tidak bisa.&#8221; lalu dengan tersenyum perawat itu berkata lagi, &#8220;Barangkali ia ingin memberi anda semangat hidup, agar anda bisa lebih sabar untuk melawan penyakit&#8221; kata perawat itu.</p>
<p>Mendengar hal itu pria tadi berkaca-kaca. Dia merasa sebagai orang yang cengeng, menyebalkan dan selalu menyusahkan orang bahkan kepada mereka yang ingin berbuat baik kepadanya.<br />
Dan sejak saat itu pria itu tidak lagi suka marah-marah, tidak lagi berteriak meski kesakitan dan selalu tersenyum setiap melihat di luar jendela. Mungkin dia tidak melihat apa-apa, tapi dia membayangkan cerita-cerita indah pria sebelahnya yang selalu menggambarkan keindahan di luar sana.</p>
<p><span style="color:blue;"><em>Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, akan selalu lebih baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal.<br />
Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.<br />
Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain.</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=21&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/cerita-dibalik-jendela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garam dan telaga</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/garam-dan-telaga/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/garam-dan-telaga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 09:05:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=20&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.</p>
<p>Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.</p>
<p>Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan.</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>&#8220;Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya, &#8220;ujar Pak tua itu.</p>
<p>&#8220;Asin. Asin sekali, &#8220;jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.</p>
<p>Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal Beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu.</p>
<p>Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu.</p>
<p>&#8220;Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah.&#8221; Saat pemuda itu selesai mereguk air itu, Beliau bertanya, &#8220;Bagaimana rasanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Segar,&#8221; sahut sang pemuda.</p>
<p>&#8220;Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?&#8221; tanya Beliau lagi.</p>
<p>&#8220;Tidak,&#8221; jawab si anak muda.</p>
<p>Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda.</p>
<p>&#8220;Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan.</p>
<p>Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.&#8221;</p>
<p><span style="color:blue;"><em><strong>Beliau melanjutkan nasehatnya.</strong> &#8220;Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.&#8221;</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=20&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/garam-dan-telaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Mau Mama Kembali (the True Story from China)</title>
		<link>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/aku-mau-mama-kembali-the-true-story-from-china/</link>
		<comments>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/aku-mau-mama-kembali-the-true-story-from-china/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 08:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrizandr4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[IBu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrizandr4.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=19&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da.<br />
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.</p>
<p>Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia.</p>
<p><span id="more-19"></span></p>
<p>Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.<br />
Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.</p>
<p>“Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya.” demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.</p>
<p>Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.</p>
<p>Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit. Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.</p>
<p>Zhang Da menyuntik sendiri papanya.Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun,maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.</p>
<p>Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”<br />
Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu”<br />
Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.</p>
<p>Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.</p>
<p>Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia.Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan…. bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrizandr4.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrizandr4.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fitrizandr4.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fitrizandr4.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrizandr4.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrizandr4.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrizandr4.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrizandr4.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrizandr4.wordpress.com&amp;blog=3485597&amp;post=19&amp;subd=fitrizandr4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrizandr4.wordpress.com/2008/04/15/aku-mau-mama-kembali-the-true-story-from-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/725a1d589fa918954af02ce0b1e6d055?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrizandr4</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
